Minggu, 24 Februari 2008

Tactics (Tight Marking)

Taktik ini digunakan untuk menjaga ketat salah seorang pemain lawan yang dianggap berbahaya. Taktik ini akan lebih efektif jika pemain yang kita jaga itu adalah playmaker musuh. Hal ini akan mengakibatkan performa yang tidak maksimal dari playmaker dan tim tersebut.Taktik ini akan memfokuskan penjagaan kepada satu pemain dan akan berdampak pada longgarnya penjagaan pada pemain-pemain lain. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan saat memilih pemain musuh mana yang akan dijaga ketat, yaitu

  • Perhatikan kebiasaan tim lawan yang memasang playmaker. Dari pertandingan-pertandingan terakhir dari musuh, bisa dilihat kecenderungan pemain mana yang biasa dijadikan playmaker oleh musuh.
  • Perhatikan statistik pemain musuh. Jika ada satu orang pemain yang tampil paling menonjol diantara pemain-pemain lain, maka pemain itu bisa dikawal untuk mengurangi kinerjanya.
  • Perhatikan pemain yang memiliki SS ”Intelegent”, karena pemain dengan SS ini biasanya lebih kreatif dalam membuka ruang gerak untuk timnya.
  • Perhatikan skill pemain musuh. Pemain dengan skill tinggi tentu saja akan menyulitkan dan menjaga ketat pemain tersebut akan mempermudah kinerja tim kita.

Sabtu, 23 Februari 2008

Tactics (Penalty Taker)

Penentuan penendang penalti bisa memperhatikan beberapa kriteria dibawah :

  • Skill yang tinggi untuk dapat mengeksekusi penalti dengan baik. Semakin tinggi skill pemain tersebut, semakin besar pula peluang terjadinya golnya.
  • Pemain dengan SS “Ice” akan lebih tenang dalam mengeksekusi penalti.
  • Pilihlah pemain dengan usia yang lebih “senior” alias hindari pemilihan penendang penalti yang masih muda.

Tactics (Freekick Taker)

Dalam pertandingan, eksekusi bola mati dapat mengubah hasil pertandingan. Maka pemilihan seorang penendang bebas sebaiknya benar-benar diperhitungkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih penendang tendangan bebas, yaitu :

  • Pilihlah penendang tendangan bebas yang memiliki skill tinggi. Dengan semakin tingginya pemain tersebut, maka kemungkinan terjadinya gol juga lebih tinggi.
  • Pilihlah dari pemain yang memiliki SS “Specialist in Taking Freekick”. Pemain dengan SS ini memang memiliki keunggulan dalam mengeksekusi tendangan bebas.

Jika musuh kita mempunyai banyak spesialis penendang tendangan bebas, maka kita bisa menghindari “Bruise” karena akan menghasilkan banyak tendangan bebas bagi musuh.

Tactics (Playmaker)

Salah satu elemen yang dianggap berpengaruh terhadap hasil akhir sebuah pertandingan. Playmaker akan mengatur aliran bola dalam pertandingan dan mendapat tugas lebih berat daripada pemain tengah lainnya. Ketika kita memilih seorang pemain untuk diserahi tugas sebagai seorang playmaker, tentu saja ada beberapa kriteria yang bisa diperhatikan, yaitu :

o Pilihlah pemain yang memiliki skill tinggi. Karena seorang playmaker dituntut untuk bekerja lebih keras daripada pemain tengah lain, maka jika skill playmaker itu pas-pasan, maka akan menjadi beban dalam tim.

o Pilihlah pemain dengan SS “Intelegent”. Pemain dengan SS ini akan lebih kreatif dan cocok dijadikan sebagai playmaker.

o Pilihlah playmaker dengan form yang paling tinggi. Pemain dengan form tinggi, akan bermain lebih bagus. Sama halnya dengan tugas seorang playmaker yang dituntut untuk bermain lebih bagus daripada pemain lainnya.

Dari beberapa kriteria tersebut, anda bisa menentukan pemain tengah yang mana yang akan anda beri tugas sebagai seorang playmaker. Perlu diingat bahwa akan lebih baik jika melakukan rotasi playmaker dalam setiap pertandingannya. Hal in dilakukan untuk menghindari musuh melakukan “Tight Marking” kepada pemain playmaker tersebut.

Tactics (Captain)

Pemilihan kapten memang tidak terlalu berdampak banyak kepada permainan tim. Tapi alangkah baiknya jika kita bias memilih kapten tim yang benar-benar tepat. Ada beberapa criteria yang bias diperhatikan saat memilih kapten tim, yaitu :

  • Pilihlah kapten dari pemain yang memiliki skill tinggi. Performa kapten akan berimbas pada keseluruhan tim. Jika kapten bermain buruk, kecenderungannya tim juga akan bermain buruk.
  • Pilihlah kapten dari pemain yang memiliki SS ”Leader”. Dengan SS ini, pemain ini lebih bias diandalkan ketika menjadi seorang jenderal di lapangan.
  • Pilihlah kapten dari pemain yang memiliki “hati” untuk tim. Sebaiknya hindari pemilihan kapten dari pemain yang belum mempunyai ”hati” untuk tim.

Pemilihan kapten yang cocok akan membantu performa tim secara keseluruhan juga. Walaupun tidak signifikan, tetapi tetap memberi efek.

Tactics (Aggression)

Sesuai dengan namanya, taktik ini menunjukkan seberapa tinggi tingkat agresivitas tim anda di lapangan. Dibagi menjadi tiga :

1. Careful / Berhati-hati berarti tim anda tidak terlalu ngotot dalam memenangkan pertarungan bola. Keuntungannya :

    • Tim kita kemungkinan bisa terhindar dari hukuman kartu kuning maupun merah, tendangan bebas atau penalti.
    • Tim kita tidak terlalu kelelahan, sehingga masih bisa fokus berkonsentrasi sampai akhir pertandingan.

Kekurangan :

o Tim anda kemungkinan akan lebih banyak memberikan ruang gerak kepada musuh.

o Tim anda kemungkinan akan lebih mudah kemasukan karena konsekuensi dari memberikan ruang gerak untuk pemain musuh.

2. Normal berarti tim anda tidak terlalu berhati-hati, juga tidak terlalu ”brutal”. Semua berjalan seperti biasa saja.

3. Bruise / Kasar berarti tim anda bermain secara ngotot dalam perebutan bola. Cocok digunakan jika anda sedang berhadapan dengan tim-tim dengan skuad yang lebih berkualitas dari anda dan ingin mengacaukan irama permainan tim musuh. Jika taktik “Bruise” digabungkan dengan taktik “Pressure” ada kemungkinan akan mengakibatkan keletihan dan bukan tidak mungkin anda kemasukan gol di menit-menit akhir pertandingan. Keuntungan :

o Anda bias mengimbangi musuh yang lebih berkualitas.

o Kemungkinan mencetak gol anda tinggi karena bsia memenangi perebutan bola dengan musuh.

Kekurangan :

o Tim anda akan lebih sering terkena hukuman kartu kuning / merah, tendangan bebas, atau penalti,

o Tim anda kemungkinan akan kurang berkonsentrasi pada akhir pertandingan karena keletihan.

Keputusan memilih taktik ”Aggression” mana yang akan anda pakai, tergantung juga dari wasit yang memimpin pertandingan. Kriteria wasit dibagi menjadi dua, yaitu Skill (S) dan Hard (H). Wasit dengan tingkat H tinggi akan lebih sering mengeluarkan hukuman kartu. Jadi lebih baik menghindari penggunaan taktik “Bruise” pada saat pertandingan anda dipimpin oleh wasit dengan tingkat “Hard” tinggi. Dan juga sebaliknya.

Tactics (Defence Against)

Strategi ini kita gunakan dengan cara memprediksi formasi apa yang biasa dipakai oleh musuh. Dengan cara mempersiapkan terlebih dahulu, kemungkinan kita bisa mengimbangi musuh semakin besar juga. Kita bisa menentukan formasi apa yang akan digunakan oleh musuh dengan cara membeli taktik musuh pada pertandingan-pertandingan terakhirnya.